Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker

1 day ago 16

loading...

Mahasiswa Fisika UNEJ hadirkan pendekatan baru terapi kanker melalui kajian reaktor nuklir. Foto/UNEJ.

JAKARTA - Di tengah kebutuhan bahan terapi kanker yang masih terbatas, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Program Studi Fisika Universitas Jember (UNEJ) mencoba menghadirkan pendekatan baru melalui kajian reaktor nuklir.

Mereka adalah Muhammad Husein Shodiq, Abdulloh Hasan Shodiq, Damar Nusantoro, Rahmatika Ramadhani, Muhammad Al Rizyad, dan Ag Galang Renda Arjuna yang meneliti kemungkinan produksi Actinium-225, salah satu radioisotop penting dalam terapi kanker modern. Radioisotop ini diketahui mampu memancarkan radiasi alfa berenergi tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk menghancurkan sel kanker.

Baca juga: UNEJ Terima 3.367 Mahasiswa Baru Jalur SNBP 2026

Secara sederhana, reaktor nuklir ini umumnya dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) maupun untuk berbagai keperluan penelitian. Dari beragam jenis reaktor yang telah dikembangkan, Husein dan tim berfokus pada Gas Cooled Fast Reactor (GFR), yaitu jenis reaktor yang menggunakan gas helium sebagai sistem pendingin.

Dalam pengoperasiannya, kinerja reaktor tidak terlepas dari pemilihan bahan bakar yang digunakan. Pada penelitian ini, Husein menggunakan bahan bakar Uranium Nitrida dan Plutonium Nitrida (UN-PuN). Meskipun bahan bakar tersebut dapat menghasilkan Actinium-225, jumlah yang dihasilkan masih relatif sangat kecil, bahkan setelah reaktor beroperasi dalam waktu yang lama.

Baca juga: Jadi Pusat UTBK SNBT 2026, UNEJ Perkuat Sistem dan Antisipasi Kecurangan

Read Entire Article
Prestasi | | | |