loading...
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menegaskan persiapan pemberangkatan jemaah haji 2026 berjalan sesuai rencana (on track) dan mencapai progres hampir 100 persen. Foto/Ist
JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan persiapan operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M berjalan sesuai rencana (on track) dan telah mencapai progres hampir 100 persen. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur.
Dia menekankan bahwa penyelenggaraan haji2026 harus menjadi potret pelayanan publik yang lancar, bersih, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.
Baca juga: Harga Minyak Meroket, Menhaj: Maskapai Haji 2026 Belum Ajukan Perubahan Harga
Mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan kuota jemaah haji terbesar di Indonesia, perannya dinilai sangat strategis sebagai barometer keberhasilan nasional.
"Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif," ujar Menhaj dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (29/3/2026).
Menyikapi besarnya ekosistem keuangan haji yang mencapai angka Rp18 triliun, Menhaj menyatakan bahwa aspek akuntabilitas menjadi harga mati. Untuk menjamin hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah melibatkan unsur profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, hingga Kepolisian dalam mengawal proses pengadaan dan tata kelola anggaran.


















































