Menilik Urgensi Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat

3 hours ago 5

loading...

Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional. Foto/Dok

JAKARTA - Percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional. Dalam konteks ini, percepatan Program PSR perlu didukung oleh kebijakan afirmatif yang tepat sasaran.

Kepala Pusat Studi Sawit IPB University, Prof Budi Mulyanto mengatakan, percepatan Program PSR sangat diperlukan mengingat terdapat banyak perkebunan kelapa sawit rakyat yang telah memasuki usia tua dan mengalami penurunan produktivitas, yakni berusia 25 tahun atau lebih. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan bahan baku bagi industri kelapa sawit nasional.

Prof Budi Mulyanto menegaskan, ketersediaan bahan baku yang minim akan berdampak negatif terhadap kesuksesan program hilirisasi kelapa sawit. Ia menyampaikan, pengembangan industri hilir harus selaras dengan penguatan sektor hulu di industri sawit nasional.

“Peremajaan sawit ini sangat penting. Saat ini hampir 50 persen sawit Indonesia itu merupakan sawit rakyat dan sebagian besar tanaman sudah tua. Kalau tidak diremajakan maka bagaimana kita bicara program hilirisasi? Karena produksi menentukan hilirisasi,” katanya di Jakarta, Selasa (11/8).

Baca Juga: Percepat Realisasi Peremajaan Sawit Rakyat, RSI Usul Pemberdayaan Petani

Guru Besar IPB University tersebut menjelaskan, salah satu cara untuk mendorong percepatan Program PSR adalah dengan menggunakan pendekatan afirmatif. Ia mengharapkan, kebijakan afirmatif tersebut dapat memberikan perlakuan khusus atau kemudahan bagi para petani rakyat khususnya terkait dengan berbagai kendala administratif dan legalitas lahan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |