loading...
Ilustrasi Apple Mac Pro yang resmi dihentikan produksinya setelah 18 tahun mengudara, menyisakan ruang bagi Mac Studio sebagai ujung tombak baru untuk komputer kelas profesional. Foto: Apple
JAKARTA - Apple secara resmi menyuntik mati mesin terkuat sekaligus paling ikonik mereka, Mac Pro, mengakhiri perjalanan panjang 18 tahun komputer menara (tower) tersebut di industri teknologi global.
Lenyapnya Mac Pro dari daftar produk di situs web resmi Apple mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak lagi memiliki rencana untuk merancang model baru di masa depan.
Menjelang perayaan hari jadi Apple yang ke-50 tahun, panggung komputasi kelas berat kini sepenuhnya diserahkan kepada sang penerus yang lebih ringkas: Mac Studio.
Keputusan ini sebenarnya tidak mengejutkan pasar. Sejak transisi arsitektur ke Apple Silicon, Mac Pro perlahan kehilangan relevansinya. Komputer yang dibanderol dengan harga awal sangat fantastis, yakni USD6.999 (Rp118.983.000), ini dinilai gagal menjangkau pasar mainstream.
Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, bahkan telah melaporkan sejak November lalu bahwa Apple "sebagian besar telah menghapus" Mac Pro dari peta jalan bisnis mereka karena yakin Mac Studio adalah produk yang jauh lebih baik.
Sejarah mencatat, Mac Pro pertama kali lahir pada 2006 saat Apple menuntaskan masa transisi dari cip Motorola ke Intel.


















































