loading...
Mantan Presiden AS Barack Obama. Foto/anadolu
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berulang kali mencoba membujuknya melancarkan konfrontasi bersenjata skala penuh dengan Iran. Dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Senin oleh The New Yorker, Obama mengatakan Netanyahu menggunakan argumen dan pembenaran yang sama yang kemudian Netanyahu sampaikan kepada Presiden AS Donald Trump.
Obama menambahkan meskipun Netanyahu akhirnya mencapai tujuannya, mantan Presiden AS itu tetap sangat ragu bahwa perang semacam itu akan melayani kepentingan warga Israel maupun Amerika.
Ia juga mencatat bahwa catatan sejarah dengan jelas menunjukkan perbedaan pendapat yang mendalam yang menandai hubungannya dengan Netanyahu mengenai masalah Iran. “Saya pikir ada catatan yang cukup tentang perbedaan saya dengan Tuan Netanyahu,” ujar Obama.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada komandan militer senior bahwa Israel sedang mempersiapkan konfrontasi dengan Iran dan akan melanjutkan upaya untuk membubarkan Hamas, menurut Channel 14 pada Minggu malam.
Selama pertemuan dengan para pejabat militer Israel, Netanyahu mengatakan Iran akan keluar dari kampanye saat ini lebih lemah dari sebelumnya, sementara Israel akan jauh lebih kuat.
Ia menanggapi klaim tentang kemungkinan keruntuhan rezim Iran secara cepat, dengan mengatakan tidak ada jaminan rezim tersebut akan jatuh pada awal konflik apa pun.
Namun, ia menekankan tekanan ekonomi yang berat menciptakan kondisi yang dapat menyebabkan hasil seperti itu.
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)

