Optimalisasi Lahan PLTS, Solar Grazing Jadi Kunci Ketahanan Energi

5 hours ago 12

loading...

CEO PT Gema Aset Solusindo Syam Basrijal mengungkapkan efisiensi proyek PLTS kini tidak lagi hanya diukur dari biaya konstruksi atau tarif listrik yang dihasilkan. Foto: Ist

JAKARTA - Efisiensi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kini tidak lagi hanya diukur dari biaya konstruksi atau tarif listrik yang dihasilkan. Integrasi antara sektor energi dan peternakan atau yang dikenal sebagai solar grazing mulai dilirik sebagai strategi krusial untuk menekan biaya operasional sekaligus memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.

CEO PT Gema Aset Solusindo Syam Basrijal mengungkapkan selama ini fase operasional dalam siklus hidup PLTS yang mencapai 25–30 tahun kerap terabaikan, terutama dalam hal pengendalian vegetasi. Di wilayah tropis seperti Indonesia, pertumbuhan rumput yang cepat memerlukan biaya pemeliharaan signifikan.

Baca juga: Pemanfaatan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi untuk Ketahanan Energi Nasional

"Solar grazing mengubah cara kita membaca efisiensi, bukan hanya pada bagaimana membangun pembangkit, tetapi bagaimana mengelola ruangnya secara berkelanjutan," ujar Syam, Senin (13/4/2026).

Lahan seharusnya dipandang sebagai bagian dari sistem produksi yang bisa terus dioptimalkan, bukan sekadar tempat berdirinya panel.

Read Entire Article
Prestasi | | | |