loading...
Pemerintah mulai mengalihkan jalur perdagangan ke negara-negara yang minim terdampak konflik Timur Tengah. FOTO/iStock
JAKARTA - Pemerintah mulai mengalihkan jalur perdagangan ke negara-negara yang minim terdampak konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Langkah tersebut ditempuh untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok global, terutama perdagangan yang bergantung pada arus pelayaran di Selat Hormuz.
"Ketika global supply chain-nya terganggu, ini secara global kan pasti ada yang ekspornya terhambat, termasuk juga impornya terhambat," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Iran Larang Total Ekspor Hasil Pertanian, Picu Kekhawatiran Pasar Global
Budi memastikan ketegangan ini memengaruhi neraca perdagangan termasuk kinerja ekspor ke negara-negara mitra utama di kawasan Eropa maupun Timur Tengah. Gangguan distribusi dinilai dapat memperlambat arus barang dan meningkatkan biaya logistik.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)














