loading...
Perjanjian kontrol senjata nuklir New START akan berakhir pada Kamis (5/2/2026). Ini akan membuat AS dan Rusia sesuka hati mengerahkan senjata nuklir tanpa batasan. Foto/Valdai Club
MOSKOW - Perjanjian kontrol senjata nuklir satu-satunya antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia, yang dikenal sebagai Perjanjian New START, akan resmi berakhir pada Kamis (5/2/2025). Moskow menyatakan mereka sekarang sesuka hati untuk mengerahkan hulu ledak nuklir tanpa terikat lagi oleh batasan perjanjian.
Komentar Moskow disampaikan pada hari Rabu ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut berakhirnya Perjanjian New START sebagai “momen genting bagi perdamaian dan keamanan internasional”.
Perjanjian tersebut ditandatangani pada tahun 2010 dan akan resmi berakhir pada hari ini.
Baca Juga: Rusia Didesak Serang Satelit Elon Musk dengan Senjata Nuklir, Ini Alasannya
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa AS belum menanggapi usulan Presiden Vladimir Putin untuk terus mematuhi batasan rudal dan hulu ledak dalam perjanjian tersebut selama 12 bulan lagi.
“Kami berasumsi bahwa para pihak dalam Perjanjian New START tidak lagi terikat oleh kewajiban atau deklarasi simetris apa pun dalam konteks perjanjian tersebut,” kata kementerian tersebut.
“Pada intinya, ide-ide kami sengaja diabaikan. Pendekatan [AS] ini tampaknya keliru dan disayangkan,” katanya.
New START, yang merupakan singkatan dari Strategic Arms Reduction Treaty (Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis), membatasi penyebaran senjata nuklir strategis, yaitu senjata yang dirancang untuk menyerang pusat-pusat politik, militer, dan industri utama musuh.
Hulu ledak nuklir yang telah dikerahkan adalah senjata yang aktif dan siap digunakan dengan cepat, berbeda dengan senjata yang disimpan atau menunggu pembongkaran.


















































