Pertaruhan Solo Karier Kia: Antara Romantisme Merek dan Realitas Perang Harga

4 days ago 16

loading...

Tampil futuristik dan ringkas, Kia EV2 bisa jadi kartu as yang mampu menyelamatkan eksistensi Kia di Indonesia. Foto: Kia Global

JAKARTA - Keputusan Kia untuk menanggalkan payung besar Indomobil Group dan melangkah secara mandiri di pasar otomotif Indonesia pada 2026 adalah pertaruhan besar.

Debut perdana entitas baru ini di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 bukan sekadar panggung perkenalan, melainkan ujian hidup-mati di tengah hegemoni pabrikan China yang kian agresif.

Tanpa strategi harga yang berani dan produk "pembunuh" seperti Kia EV2, narasi tentang pembangunan hubungan emosional dengan konsumen hanya akan berakhir sebagai retorika pemasaran yang sunyi peminat.

Langkah Kia memandang IIMS 2026 sebagai ruang dialog strategis memang terdengar elegan.

Bayu Riyanto, Managing Director of Kia Sales Indonesia, menegaskan bahwa kehadiran mereka mencerminkan pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar yang terus berkembang.

“Memasuki pasar Indonesia merupakan langkah strategis bagi Kia. Kehadiran kami di IIMS 2026 tidak hanya menjadi partisipasi dalam pameran otomotif, namun juga mencerminkan
pemahaman Kia terhadap dinamika dan karakter pasar otomotif Indonesia,” ujar Bayu.

Ia menambahkan bahwa Kia ingin membangun kedekatan dan hubungan jangka panjang melalui interaksi langsung dan sentuhan budaya Korea di area pameran.

Cukupkah Sekadar "Pengalaman"?

Read Entire Article
Prestasi | | | |