loading...
Selat Hormuz. Foto/Fox News
JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto minta Indonesia memperkuat diplomasi ke berbagai negara untuk mengantisipasi kebuntuan perundingan perang Amerika Serikat (AS)-Iran di Pakistan. Menurut Mulyanto, ketegangan di kawasan Selat Hormuz telah memasuki fase yang mengkhawatirkan, tidak hanya dari sisi militer, tetapi juga dari aspek ekonomi global.
Karena itu diperlukan rumusan "win-win solution", adil dan seimbang bagi semua pihak. Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024 ini menilai perkembangan pasca buntunya perundingan Pakistan, menunjukkan bahwa konflik tidak lagi sekadar soal keamanan kawasan, melainkan telah bergeser menjadi perebutan kontrol atas arus energi dan perdagangan dunia di Selat Hormuz.
"Dalam situasi ini, dunia menghadapi risiko besar jika pendekatan yang ditempuh justru menghasilkan kondisi “loss-loss” bagi semua pihak," jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026).
Baca juga: AS Mulai Blokade Seluruh Pelabuhan Iran, Perang Bisa Berkobar Lagi
Ia menambahkan langkah-langkah sepihak baik berupa pembatasan akses maupun blokade kapal yang akan masuk/keluar Selat Hormuz menciptakan ketidakpastian serius bagi jalur pelayaran internasional. AS dan Iran masing-masing menunjukkan pendekatan yang berpotensi memperuncing ketegangan.


















































