loading...
PM Benjamin Netanyahu sebut perang Israel-AS melawan Iran belum berakhir. Dia juga menuduh China membantu Iran dalam pembuatan rudal. Foto/GPO Israel
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang melawan Iran belum berakhir sampai uranium yang diperkaya Teheran dihilangkan dan fasilitas nuklir yang tersisa dibongkar. Dia juga juga menuduh China membantu Teheran dalam pembuatan rudal.
Dalam wawancara dengan CBS yang ditayangkan pada hari Minggu, Netanyahu mengatakan Iran masih memiliki uranium yang diperkaya dan infrastruktur pengayaan operasional meskipun terjadi eskalasi militer selama berbulan-bulan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Trump Marah atas Respons Iran terhadap Proposal AS: 'Sama Sekali Tak Dapat Diterima!'
“Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir, uranium yang diperkaya, yang harus dikeluarkan dari Iran," katanya. "Masih ada situs pengayaan yang harus dibongkar,” ujarnya.
Ketika ditanya bagaimana uranium dapat dihilangkan, pemimpin Zionis Israel itu menjawab: “Anda masuk dan Anda mengambilnya.”
Netanyahu juga mengindikasikan bahwa Presiden AS Donald Trump secara umum memiliki tujuan yang sama, meskipun dia menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang opsi militer spesifik.
“Saya tidak akan berbicara tentang cara militer, tetapi presiden, apa yang dikatakan Presiden Trump kepada saya, ‘Saya ingin masuk ke sana',” kata Netanyahu.
Pernyataan tersebut tampak lebih agresif daripada komentar publik Trump baru-baru ini tentang Iran.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)












