loading...
Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (6/8). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (6/8), sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah. Rupiah naik 10 poin atau 0,06% ke level Rp17.923 per dolar AS, sementara IHSG turun 7,43 poin atau 0,12% ke posisi 6.343.
"Namun, para pedagang tetap berhati-hati karena kesepakatan tersebut belum berarti pembukaan kembali selat secara penuh; negosiasi mengenai biaya kargo, inspeksi, dan pengaturan keamanan yang lebih luas masih belum terselesaikan," kata Analis Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya.
Baca Juga: IHSG Jaga Tren Penguatan hingga Kamis Pagi di 6.379, Transaksi Awal Cetak Rp662 M
Ibrahim mengatakan salah satu sentimen eksternal yang memengaruhi pasar berasal dari kabar Iran dan Oman yang disebut telah mencapai kesepakatan mengenai koordinat usulan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) global.
Prospek peningkatan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz meredakan sebagian kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi berkepanjangan yang sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak. Penurunan harga energi kemudian membuat investor mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh Federal Reserve Amerika Serikat.
Pelaku pasar juga mencermati data ketenagakerjaan AS untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Data ADP National Employment menunjukkan perlambatan perekrutan sektor swasta pada Juli, sedangkan laporan nonfarm payrolls menjadi perhatian berikutnya.


















































