Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah

5 hours ago 11

loading...

Febrie Adriansyah saat konferensi pers di Kejagung, Jumat (10/7/2026). Foto/Dok SindoNews/Arif Julianto

JAKARTA - Pengamat intelijen Kolonel Inf (Purn) Sri Radjasa menduga ada motif politik di balik penanganan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret nama eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Korupsi (Jampidsus) Febrie Adriansyah . Sri menjelaskan hal ini merupakan pandangan dirinya apabila dilihat dari kacamata hukum.

"Yang jelas kalau kita lihat dari proses hukum yang berjalan ini, ini tentunya ada sesuatu, mungkin ada motif politik di sana," ujar Sri Radjasa dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (14/7/2026) malam.

Sri menduga, kasus ini untuk mengamputasi Febrie agar eks Jampidsus itu tidak menjadi Jaksa Agung . "Jadi kalau saya lihat kalau dari kasus ini, yang penting Febrie bisa diamputasi, dia tidak ada kesempatan untuk menjadi Jaksa Agung, dia tidak ada kesempatan," ujarnya.

Baca Juga: Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan

Febrie, menurut Sri, merupakan algojo dalam melakukan penegakan hukum. "Karena kan liat aja Febrie, Febrie itu algojo yang luar biasa ketika dia melakukan penindakan-penindakan walaupun dia kotor," pungkasnya.

Di acara yang sama, eks Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menyebutkan, tidak ada perang bintang, perang bulan, hingga perang matahari dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Menurutnya, semua lembaga penegak hukum sudah satu bahasa terkait pemberantasan korupsi.

"Dengan perkara ini, selain mengungkap perkara cukup besar, akan banyak bantahan dan banyak apa-apa yang kita salah persepsi terungkap. Contohnya, pertama ada persepsi perang bintang, perang bulan, perang matahari bertabrakan," ujar Susno.

Read Entire Article
Prestasi | | | |