Strategi Hemat Energi Harus Berbasis Efisiensi, Bukan Pembatasan

5 hours ago 6

loading...

Upaya penghematan BBM tidak selalu identik dengan pembatasan aktivitas ekonomi. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG) tidak selalu identik dengan pembatasan aktivitas ekonomi. Pendekatan efisiensi justru dinilai mampu meningkatkan produktivitas, selama dilakukan secara terukur dan berbasis kebutuhan. Menurut dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Ciplis Gema Qoriah, menekankan, konsep hemat energi lebih pada kecerdasan dalam penggunaan.

"Artinya dengan ketersediaan yang ada, mampu mengoptimalkan antara biaya dan manfaat dengan dukungan mitigasi risiko yang baik, mengoptimalkan sistem digital dan menciptakan sistem yang tertata lebih rapi," katanya.

Pada skala rumah tangga, langkah efisiensi dapat dimulai dari hal sederhana seperti penggunaan listrik sesuai kebutuhan, memilih perangkat elektronik berdaya rendah, hingga pengelolaan konsumsi gas secara efektif. Selain itu, perencanaan penggunaan BBM untuk mobilitas harian juga menjadi faktor penting, termasuk mempertimbangkan jarak, akses jalan, dan urgensi aktivitas.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz Makin Parah, Lebih dari 40 Negara Terapkan Darurat BBM

Pendekatan ini membuat alokasi energi menjadi lebih tepat sasaran tanpa mengurangi produktivitas. Ke depan, pemanfaatan energi alternatif seperti panel surya di tingkat rumah tangga dinilai berpotensi dikembangkan, dengan dukungan kebijakan pemerintah dalam bentuk subsidi bertahap.

Pada level industri, prinsip efisiensi diterapkan dalam skala lebih besar. Penggunaan energi perlu direncanakan berdasarkan prioritas produksi dan target pendapatan. Optimalisasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan, turut berperan dalam menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas output.

Read Entire Article
Prestasi | | | |