Suryopratomo Ungkap Pejabat di Singapura Tidak Boleh Hidup Lebih Mewah dari Rakyatnya

9 hours ago 9

loading...

Duta Besar RI untuk Singapura 2020-2025 Suryopratomo. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA - Suryopratomo menceritakan pengalamannya setelah lima tahun menjadi Duta Besar RI untuk Singapura . Menurutnya, di Singapura ada konsensus pejabat negara tidak boleh hidup lebih mewah dari rakyatnya.

"Walaupun gaji rata-ratanya lebih tinggi, orang Singapura itu ada konsensus, pejabat negara itu tidak boleh hidup lebih mewah dibandingkan rakyatnya," ujar Duta Besar RI untuk Singapura 2020-2025 ini dalam podcast atau siniar To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Jumat (20/2/2026).

Pria yang akrab disapa Tommy ini menambahkan, jangan pernah kaget jika menteri Singapura datang ke suatu tempat dengan menyetir sendiri mobilnya. "Makanya di Singapura itu kita tidak pernah ada mobil pakai pengawalan. Kalau mobil pakai pengawalan, itu berarti dia perdana menteri atau presiden," kata Tommy.

Baca Juga: Indonesia-Singapura Sepakati Perjanjian Ekstradisi

Menurutnya, pengawalan seorang presiden hanya satu mobil pengawal dan satu motor polisi. "Sangat efisien sekali. Jadi betul-betul di Singapura itu pemimpin itu memberikan teladan, jadi contoh. Dia leading by example. Dia menjadi contoh baik dalam kehidupannya, gaya hidupnya, lifestyle-nya, tetapi di dalam kinerja mereka sangat perform," jelas pria berlatar belakang wartawan ini.

Tommy mengungkapkan, saat dirinya datang ke kantor menteri atau perdana menteri, duduk berdua, lalu hanya disuguhkan teh. "Udah, nggak ada apa-apa lagi. Nggak ada tuh refill kemudian diisi lagi," katanya.

(zik)

Read Entire Article
Prestasi | | | |