Tahan Harga BBM Subsidi Tidak Naik saat Minyak Dunia Mendidih, Bahlil: Ini Berat

2 hours ago 2

loading...

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengakui, kenaikan harga minyak dunia memang berdampak terhadap kas negara, terlebih ketika pemerintah memutuskan untuk tetap menahan harga BBM subsidi. Foto/Dok

JAKARTA - Pemerintah kembali menahan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia yang tembus USD108 per barel pada perdagangan hari ini, Jumat (11/9/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengakui, kenaikan harga minyak dunia tersebut memang berdampak terhadap kas negara.

Sebab pemerintah harus menggelontorkan uang lebih besar untuk mengakomodir permintaan BBM subsidi. Meski demikian ia menyebut, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar menjaga daya beli masyarakat kelas bawah khususnya untuk kebutuhan energi. Sehingga langkah pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi lebih besar untuk menahan harga BBM.

"Ini sesuatu yang berat. Karena pasti penambahan subsidinya nambah. Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting, sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak, ICP Agustus Tembus USD89,43 per Barel

Bahlil mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait potensi menambahnya anggaran subsidi BBM di tengah lonjakan harga minyak dunia yang tengah terjadi. Hingga saat ini, Pemerintah telah bersepakat untuk tidak menaikan harga BBM subsidi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |