:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340750/original/038073500_1788516411-WhatsApp_Image_2026-09-04_at_16.31.00.jpeg)
Fimela.com, Jakarta - Candi Borobudur tidak hanya dikenal sebagai salah satu peninggalan bersejarah Indonesia, tetapi juga menyimpan kisah mengenai budaya, kepercayaan, seni, dan kehidupan masyarakat Jawa pada masa lampau. Kekayaan sejarah tersebut kemudian menjadi pijakan dalam kehadiran Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa di Galeri Indonesia Kaya. Melalui pengalaman ini, pengunjung diajak menelusuri kembali kisah di balik asal mula penciptaan Candi Borobudur dengan cara yang lebih interaktif.
Dilansir dari UNESCO, kompleks Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 pada masa Dinasti Syailendra. Struktur candi yang bertingkat merepresentasikan kosmologi Buddha, sementara ribuan panel relief yang menghiasi dindingnya menggambarkan berbagai kisah dan nilai kehidupan.
Terdiri dari delapan pengalaman imersif berbasis Ethical AI, Purwacarita Borobudur memadukan proyeksi visual dan teater imersif untuk menghadirkan kembali kisah yang tersimpan dalam relief candi. Relief yang selama ini dinikmati sebagai bagian dari struktur batu dituturkan menjadi rangkaian adegan yang dapat disaksikan dan dieksplorasi secara langsung.
Pendekatan tersebut membuat sejarah terasa lebih dekat, terutama bagi masyarakat yang terbiasa menikmati informasi melalui pengalaman visual dan teknologi digital.
Ketika Relief Borobudur Dihidupkan Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340751/original/047526800_1788516411-WhatsApp_Image_2026-09-04_at_16.37.00.jpeg)
Selama berabad-abad, relief Candi Borobudur menjadi bagian penting yang merekam berbagai kisah, nilai kehidupan, hingga perjalanan spiritual. Melalui Purwacarita Borobudur, cerita yang tersimpan pada relief tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman yang lebih interaktif sehingga pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga dapat mengeksplorasi kisah di baliknya.
Salah satu pengalaman yang dihadirkan adalah kisah Karmawibhangga yang membawa pesan mengenai hukum sebab-akibat atau karma. Ada pula kisah Pangeran Sudhana dan Putri Manohara melalui relief Avadana yang mengangkat cerita tentang cinta dan kesetiaan.
Selain itu, pengunjung dapat mengenal tokoh dari Wangsa Sailendra, seperti Raja Samaratungga dan Putri Pramodhawardhani, serta memahami latar di balik pembangunan Borobudur.
Interaksi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Melalui sensor gerak, pengunjung dapat memicu respons berupa flora dan fauna yang terdapat dalam relief, seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah.
Ada pula permainan interaktif yang mengajak pengunjung mengikuti rute sakral peziarah purba dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk Borobudur.Dengan pendekatan tersebut, sejarah tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang hanya dibaca atau dilihat, tetapi menjadi pengalaman yang dapat dijelajahi secara langsung.
Ethical AI untuk Mendekatkan Warisan Budaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340752/original/060033000_1788516411-WhatsApp_Image_2026-09-04_at_17.03.02.jpeg)
Penggunaan teknologi dalam menceritakan sejarah membutuhkan perhatian terhadap akurasi dan konteks budaya. Purwacarita Borobudur menempatkan riset serta fakta sejarah yang telah tervalidasi sebagai dasar dalam membangun setiap narasi. Pendekatan tersebut penting agar pemanfaatan teknologi tetap menghormati nilai sejarah dan budaya yang ingin disampaikan kepada pengunjung.
Konsep Ethical AI kemudian menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang memadukan kecanggihan teknologi dengan tanggung jawab terhadap warisan budaya. Dalam karya ini, teknologi digunakan untuk menerjemahkan narasi sejarah ke dalam bentuk visual dan pengalaman yang lebih interaktif, bukan menggantikan nilai sejarah yang menjadi sumber utamanya.
Kolaborasi antara Galeri Indonesia Kaya, Bening Digital Indonesia, dan Curaweda turut memperkuat proses tersebut. Kehadiran Purwacarita Borobudur menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi medium untuk memperkenalkan sejarah kepada generasi masa kini dengan cara yang lebih relevan dan menarik, tanpa menghilangkan konteks yang melekat di dalamnya.
Dengan begitu, pengalaman budaya tidak berhenti pada kegiatan melihat saja, tetapi berkembang menjadi kesempatan untuk semakin memahami, mengeksplorasi, dan merasakan kembali cerita yang telah diwariskan dari masa lalu.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.
HealthCortisol Cocktail, Racikan Jus Jeruk dan Air Kelapa yang Viral untuk Kelola Stres
Cortisol cocktail, campuran jus jeruk, air kelapa, dan garam laut, ramai diklaim bantu atasi stres. Bagaimana bukti ilmiahnya dan apa peran pola makan?
BeautyPanduan Menentukan Eyeliner yang Flattering Sesuai Bentuk Mata
Teknik eyeliner perlu disesuaikan dengan bentuk mata. Dari almond, round, monolids, hooded, hingga jarak antarmata, pilih garis yang selaras dengan hasil akhir.
FashionBomber Jacket Retro Kembali Diminati, Begini Inspirasi Padu Padan yang Trendy
Bomber jacket kembali populer. Kenali sejarahnya, tren 2026, dan cara padu padan dari kasual, streetwear, hingga smart-casual, plus pilihan bahan dan warna.
BeautyPanduan Praktis Memilih Acne Pad Sesuai Jenis Jerawat dan Kulit
Acne pad efektif bila disesuaikan dengan jenis jerawat dan tipe kulit. Kenali bahan aktif, atur frekuensi pemakaian, dan perhatikan tanda iritasi.
LifestyleSering Lelah di Kantor? Ini Tips Sehat agar Tetap Produktif Seharian
Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu pekerja kantoran tetap sehat dan produktif tanpa harus mengubah rutinitas secara drastis.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4595916/original/058218100_1696255353-jen-gunter-A4BBdJQu2co-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4558824/original/024201100_1693478784-taylor-heery-7tz7I7naQ8c-unsplash.jpg)
![Instagram/ Maia Estianty]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/WQcoCXEpNSyPAAyXjTcsUvg5Pj8=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4945244/original/085115200_1726479177-Screen_Shot_2024-09-16_at_15.54.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340722/original/062465300_1788515291-barbara-krysztofiak-SfkPaoE_i34-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340711/original/003504600_1788515142-pexels-mikhail-nilov-9159051.jpg)

















































