The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota

4 hours ago 7

loading...

Seni tari Banyumas memeriahkan grand opening The Banjoemas di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026) malam. FOTO/Abdul Malik M.

JAKARTA - Malam baru saja turun di pusat seni dan budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026) kemarin. Para pekerja lalu lalang menikmati langit yang cerah meski sedikit sumuk. Mereka terlihat letih setelah seharian bekerja.

Di tengah kesibukan ibu kota malam itu, alunan musik tradisional sayup-sayup terdengar. Langkah orang-orang yang melintas di depan kawasan TIM melambat. Sebagian di antara mereka bahkan berhenti menonton para penari yang bergerak gemulai mengikuti irama.

Suasana itu mungkin mengingatkan mereka pada kampung halaman. Suasana malam yang penuh kegembiraan, guyub, dan waktu yang berjalan lambat. Kontras dengan kehidupan ibu kota yang gemerlap dan serba cepat.

Kenangan pada budaya kampung halaman itu mungkin yang ingin dihadirkan The Banjoemas Resto and Cafe dalam grand openingnya. Mengobati kerinduan, tidak saja pada suasana, tapi juga budaya dan kulinernya.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah rasa kebersamaan dan cinta persatuan. Yang menarik, tempat ini dibalut dengan budaya Banyumas. Ada dua hal yang mampu mempersatukan, yaitu budaya dan kuliner. Orang yang pernah tinggal di Banyumas, memiliki keluarga di Banyumas, atau memiliki kenangan dengan Banyumas, pasti memorinya akan kembali hadir," kata Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq saat grand opening The Banjoemas Resto and Cafe di kawasan TIM.

Read Entire Article
Prestasi | | | |