Was-Was Kantong Pas-pasan

4 hours ago 7

loading...

Salman Ibnu Hasky. Foto/Dok

Salman Ibnu Hasky
Jurnalis iNews

Orang bilang, menjadi miskin di negeri ini perlu bukti. Apa perlu buktinya? Saat ini pembuktian menjadi miskin sedang berlangsung. Petugas sensus sedang ditebar, mencatat setiap anggota keluarga, mulai dari perumahan mewah hingga lorong gang sempit.

Jika petugas punya kesimpulan anda tidak miskin, padahal hidup serba pas-pasan, silahkan merana karena anda dianggap belum cukup melarat untuk pakai pertalite.

Pemerintah sedang melakukan akrobat politik subsidi BBM agar APBN tak tekor terus. Salah satunya membuat klasifikasi ulang siapa warga yang miskin, mampu, kaya, hingga super kaya.

Tujuannya, agar subsidi BBM seperti pertalite benar-benar sampai ke orang yang tepat. Mungkin saja, alokasi subsidi BBM ingin dikurangi, tanpa memancing protes banyak orang.

Masyarakat mulai was-was disebut mampu oleh pemerintah. Ujungnya jelas, tak boleh pakai pertalite di motor bututnya, atau mobilnya yang sudah jarang masuk bengkel karena dompet cekak. Karena anda sudah dicap mampu oleh negara!

Pembatasan Pertalite, kata orang-orang berdasi dan wangi di gedung pemerintah, adalah perkara 'ketepatan sasaran'. Sebuah frasa yang megah dan tampak cerdas di atas kertas.

Read Entire Article
Prestasi | | | |