loading...
Penerbangan 175 United Airlines menabrak menara selatan kompleks World Trade Center di New York City, AS, saat serangan 11 September 2001. Foto/Wikipedia Commons
NEW YORK - Hari ini (11/9/2026), tepat 25 tahun silam serangan dahsyat dari pesawat-pesawat yang dibajak menghantam menara kembar World Trade Center (WTC) di New York dan lokasi-lokasi lain di Amerika Serikat (AS).
Hampir 3.000 orang tewas dalam serangan 11 September 2001 atau serangan 9/11 tersebut, yang menurut AS merupakan serangan teroris oleh kelompok al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Lebih dari 6.000 lainnya luka-luka.
Baca Juga: Membongkar Tragedi 9/11 dan Alasan Osama bin Laden Menyerang AS
Tragedi itulah yang dijadikan dalih Amerika Serikat (AS) mengobarkan perang melawan teror global di berbagai negara.
Setelah 25 tahun berlalu, teori konspirasi yang menyudutkan kelompok Yahudi atas serangan itu tetap tak terbendung.
Sebuah organisasi nirlaba bidang teknologi yang berfokus memantau antisemitisme daring telah mengidentifikasi sejumlah teori konspirasi antisemit yang muncul kembali menjelang peringatan 25 tahun serangan 9/11.
Teori-teori tersebut mencakup narasi bahwa orang Yahudi secara diam-diam bertanggung jawab atas peristiwa-peristiwa besar dunia, termasuk serangan teroris tragis terhadap menara kembar WTC di New York.
Pendiri sekaligus CEO CyberWell—organisasi nirlaba bidang teknologi yang dimaksud—Tal-Or Cohen Montemayor mengatakan kepada The Center Square, "Signifikansi teori konspirasi seputar peristiwa 9/11 ini jauh melampaui tuduhan spesifik mengenai peristiwa tersebut."


















































