3 Alasan Irak Ingin bentuk Dewan Keamanan Bersama Iran dan Arab Saudi

2 hours ago 7

loading...

Iran ingin bentuk dewan keamanan bersama Iran dan Arab Saudi. Foto/X

RIYADH - Irak mengusulkan pembentukan dewan keamanan bersama antara Iran dan Arab Saudi, kata seorang pejabat senior Irak pada hari Minggu, seraya menyoroti adanya "krisis kepercayaan" di antara kedua kekuatan regional tersebut.

Qasim al-Araji, penasihat keamanan nasional bagi perdana menteri Irak, mengatakan bahwa Baghdad telah menyampaikan usulan tersebut kepada pihak Teheran maupun Riyadh.

"Masalah di antara kedua negara ini adalah krisis kepercayaan," ujar al-Araji kepada saluran penyiaran negara, Iraqiya TV.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme yang diusulkan, sementara baik Iran maupun Arab Saudi belum memberikan komentar segera.

Al-Araji juga menyatakan bahwa upaya menempatkan seluruh persenjataan di bawah kendali negara merupakan "keputusan strategis murni Irak," seraya menegaskan bahwa keputusan mengenai perang dan damai sepenuhnya berada di tangan negara Irak.

Pada tanggal 3 Juni, militer Irak mengumumkan pembentukan sebuah komite yang bertugas menempatkan persenjataan di bawah kendali negara—sebuah tantangan keamanan dan politik yang telah lama ada di tengah keberadaan faksi-faksi bersenjata yang beroperasi baik di dalam maupun di luar Pasukan Mobilisasi Populer (PMF).

Usulan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein serta mitranya dari Arab Saudi, Faisal bin Farhan, membahas perkembangan situasi di kawasan tersebut, dengan menekankan perlunya meredam eskalasi dan menyelesaikan sengketa secara damai.

Read Entire Article
Prestasi | | | |