7 Seniman Indonesia Ramaikan Venice Biennale 2026 lewat Pameran Printing the Unprinted

3 hours ago 9

loading...

7 perupa Tanah Air lintas generasi hadir di Paviliun Indonesia di Venice Biennale Arte 2026. Foto/Istimewa.

VENESIA - Paviliun Indonesia di Venice Biennale Arte 2026 hadir dengan pameran bertajuk “Printing the Unprinted”, menampilkan karya terbaik dari tujuh perupa Tanah Air lintas generasi dalam medium seni cetak grafis.

Pameran ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Danantara Indonesia Trust Fund, dengan kurator Aminudin TH Siregar, berlangsung di Scuola Internazionale di Grafica, Venesia.

Baca juga: Pameran Tekstil Terbesar Se-Asia Tenggara, Indo Intertex – Inatex 2026 Resmi Dibuka

Melalui siaran pers, Sabtu (9/5/2026), mengusung narasi epik pelayaran besar abad ke-15, para seniman dalam Paviliun Indonesia menghidupkan kembali kisah pelayaran selama 14 tahun (1472-1486).

Karya ini diciptakan secara secara bersama atas kolaborasi tujuh seniman, di antaranya Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E. Hartanto, Theresia Agustina Sitompul, Mariam Sofrina, dan Rusyan Yasin.

Pameran di Paviliun Indonesia ini bercerita tentang perjalanan armada yang bertolak dari Danau Toba, menyusuri pesisir Sumatra Barat, Malaka, Teluk Benggala, Gujarat, Hormuz, Laut Merah, Aleksandria, dan hingga akhirnya mencapai Venesia dan Eropa Tengah.

Armada tersebut terdiri atas tiga kapal luar biasa, yaitu: Siboru Deak Parujar (Dewi Pencipta Batak) sebagai kapal induk; Naga Padoha (Ular Kosmik) sebagai kapal pengawal; dan Sahala ni Ombak (Roh Ombak) yang didedikasikan untuk penjelajahan ilmiah.

Seluruh kisah ini dikisahkan melalui sudut pandang Datu Na Tolu Hamonangan, seorang arsiparis imajiner dari Harajaon Pusuk Buhit di Sumatra. Ia mendokumentasikan perjalanan ini dalam manuskrip Printing the Unprinted: The Story of the Grand Voyage.

Selama berabad-abad, manuskrip ini menyimpan misteri, yaitu himpunan cetakan etsa, gambar, sketsa dan teks yang menunggu untuk ditemukan dan dimaknai. Manuskrip ini memuat 21 etsa yang dibagi ke dalam 8 babak membentuk narasi yang kaya dari berbagai sudut pandang.

Read Entire Article
Prestasi | | | |