Anak Krakatau Berubah Bentuk, Ahli Ingatkan Bahaya Lontaran Vulkanik

2 weeks ago 44

loading...

Anak Krakatau Berubah Bentuk. Foto/ NASA

JAKARTA - Aktivitas intensif Anak Krakatau di Selat Sunda dan kondisi cuaca buruk sempat menyulitkan pemantauan terhadap Anak Krakatau.

Perusahaan pengamatan Bumi yang berbasis di San Francisco—berhasil memperoleh citra terbaru gunung tersebut menggunakan platform Dove dan SkySat.

Citra ini memperlihatkan perubahan bentuk gunung yang sebelumnya sempat tampak menghilang dari pandangan akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

Bagian utama Anak Krakatau yang semula memiliki ketinggian 340 meter kini telah runtuh dan membentuk sebuah teluk kecil.

Badan penanggulangan bencana Indonesia menyatakan bahwa dua pertiga dari ketinggian Anak Krakatau (setara dengan 150-170 juta meter kubik material) telah hilang, di mana sebagian besar di antaranya diperkirakan telah meluncur jatuh ke laut.

Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil. Kondisi morfologi saat ini dinilai tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan penilaian tersebut berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau. Pemantauan terhadap perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi gunung api juga terus dilakukan secara intensif.

Read Entire Article
Prestasi | | | |