Anggota Parlemen Israel Kecam Pengepungan di Qusra: Seperti Inilah Wujud Nyata Apartheid

3 hours ago 4

loading...

Ofer Cassif, politisi dari partai berhaluan kiri dan beranggotakan mayoritas Arab, Hadash-Ta’al. Foto/anadolu

TEPI BARAT - Seorang anggota parlemen Israel sempat dihalangi saat hendak memasuki desa Qusra di Tepi Barat yang diduduki. Di desa itulah, para pemukim Israel telah mengamuk selama berhari-hari.

Ofer Cassif, politisi dari partai berhaluan kiri dan beranggotakan mayoritas Arab, Hadash-Ta’al (Hadash adalah akronim bahasa Ibrani untuk Front Demokratis untuk Perdamaian dan Kesetaraan), menulis dalam unggahan di X, "Saya datang ke desa Qusra hari ini untuk melihat sendiri apa yang sedang terjadi dan mencoba membantu keluarga-keluarga Palestina yang terkepung, yang tidak mendapatkan akses makanan, air, dan obat-obatan semata-mata demi melindungi pos terdepan pemukim teroris yang didirikan kembali hari ini."

"Di pintu masuk desa, pasukan pendudukan menahan saya dengan dalih bahwa wilayah tersebut adalah Area B. Tak lama kemudian, mereka bahkan mengeluarkan perintah penetapan zona militer tertutup, yang jelas-jelas ditujukan khusus untuk saya," tulisnya.

"Baru setelah sekitar 20 menit, dan menyusul intervensi dari seorang petugas Knesset, saya diizinkan masuk," tambahnya.

"Seperti inilah wujud nyata apartheid. Seperti inilah wujud nyata pendudukan," catat Cassif. "Kami tidak akan menyerah! Kami akan terus berjuang melawan teror pendudukan dan demi perdamaian yang adil."

Read Entire Article
Prestasi | | | |