Angka Kekerasan Tembus 21.000, Kepala Daerah Berikan Perlindungan pada Anak

2 days ago 53

loading...

Menko PMK) Pratikno mengatakan, penurunan angka kekerasan terhadap anak menjadi indikator utama keberhasilan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas Rana). Foto/SindoNews.

JAKARTA - Pemerintah menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap anak yang mencapai sekitar 21.000 kasus. Untuk menekan angka tersebut, pemerintah memperkuat peran kepala daerah dalam Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas Rana) yang digagas lintas kementerian.

Adapun implementasi gerakan tersebut dilaksanakan sejumlah kementerian lintas sektor, yakni Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), serta Kementerian Agama (Kemenag).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, penurunan angka kekerasan terhadap anak menjadi indikator utama keberhasilan gerakan tersebut.

Baca juga: Menko PMK Bentuk Gugus Tugas Tata Kelola Daycare Buntut Kasus Little Aresha

"Angka kekerasan masih cukup tinggi, sekitar 21 ribuan. Dan tentu saja indikator kita adalah menurunnya angka kekerasan. Itu indikator yang paling mudah untuk dilihat. Kekerasan sekali lagi, kekerasan dalam keluarga, dalam satuan pendidikan, di ruang publik, dan juga di ruang digital," kata Pratikno di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Read Entire Article
Prestasi | | | |