Apa Itu Camp Century? Pangkalan Militer Rahasia yang Terkubur 30 Meter di Bawah Lapisan Es Greenland

4 hours ago 9

loading...

Camp Century merupakan pangkalan militer rahasia AS di Greenland. Foto/X/@UNTITLED2X2X2

WASHINGTON - Para ilmuwan NASA telah menemukan sisa-sisa pangkalan militer AS yang terkubur 100 kaki atau 30 meter di bawah permukaan es di Greenland .

Camp Century, demikian sebutannya, adalah satelit era Perang Dingin untuk Angkatan Darat AS yang digunakan sebagai kedok untuk persenjataan rudal nuklir yang direncanakan.

Meskipun rencana tersebut tidak pernah terwujud dan pangkalan tersebut segera ditinggalkan, masih ada ribuan galon limbah nuklir yang terkubur di bawah es.

Selama bertahun-tahun, AS telah menggali banyak hal yang terkubur di bawah lapisan demi lapisan es. Alat-alat kuno, bangkai hewan, pesawat Perang Dunia II, gunung berapi—sebut saja, es telah menguburnya, dan kita telah menemukannya.

Apa Itu Camp Century? Pangkalan Militer Rahasia yang Terkubur 30 Meter di Bawah Lapisan Es Greenland

1. Pangkalan Militer Rahasia

Selama penerbangan April 2024 di atas Lapisan Es Greenland, ilmuwan NASA Chad Greene menambahkan entri yang cukup mengejutkan ke dalam daftar itu: sebuah pangkalan militer rahasia. Setelah mengambil gambar radar es, Greene terkejut melihat apa yang kemudian dikonfirmasi sebagai Camp Century—sebuah pangkalan militer Amerika Serikat era Perang Dingin berusia 65 tahun yang terkubur sedalam 100 kaki di lapisan es yang sangat besar.

“Kami sedang mencari dasar es dan tiba-tiba muncul Camp Century,” kata Alex Gardner, seorang ilmuwan kriosfer di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, yang membantu memimpin proyek tersebut, dilansir Popular Mechanic. “Awalnya kami tidak tahu apa itu.”

Baca Juga: 3 Cara AS Membunuh Khamenei, dari Rudal Jarak Jauh hingga Mengandalkan Intelijen Israel

2. Dibangun pada 1959

Dibangun secara rahasia antara Juni 1959 dan Oktober 1960 oleh Korps Insinyur Angkatan Darat AS, Camp Century—juga dikenal sebagai “kota di bawah es”—terdiri dari 21 terowongan bawah tanah yang membentang sepanjang 9.800 kaki, menurut Interesting Engineering. Dalam citra radar situs tersebut, kata Greene, banyak struktur individual pangkalan tersebut dapat terlihat dengan jelas.

Untuk mempelajari pangkalan tersebut, NASA menggunakan Uninhabited Aerial Vehicle Synthetic Aperture Radar (UAVSAR), sebuah teknologi yang mirip dengan LiDAR yang umum digunakan dalam pencarian struktur tersembunyi seperti reruntuhan Maya. Perbedaannya adalah, jika LiDAR menggunakan cahaya laser, UAVSAR menggunakan gelombang radio.

Read Entire Article
Prestasi | | | |