loading...
Iran meningkatkan perdagangan dengan China melalui jalur kereta api sebagai upaya mengurangi dampak blokade pelabuhan oleh AS. FOTO/Energy News Beat
TEHERAN - Iran meningkatkan perdagangan dengan China melalui jalur kereta api sebagai upaya mengurangi dampak blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat (AS) yang dinilai menekan perekonomian negara tersebut. Jalur logistik darat itu kini menjadi alternatif penting di tengah terganggunya ekspor minyak dan impor kebutuhan pokok Iran.
Peningkatan aktivitas pengiriman barang terjadi sejak dimulainya blokade pada 13 April 2026. Jika sebelumnya kereta kargo dari Kota Xi'an di China menuju Teheran hanya beroperasi sekitar satu kali per pekan, kini frekuensinya meningkat menjadi satu perjalanan setiap tiga hingga empat hari.
"Dulu kereta ini bahkan tidak beroperasi sama sekali pada beberapa pekan tertentu, tetapi sekarang seluruh kapasitas untuk Mei sudah penuh," kata Managing Director Silkroad-Avrasya Multimodal Logistics, Altan Dursun dikutip dari Bloomberg, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga: IRGC: Situs Militer AS Akan Diserang Jika Amerika Serang Kapal Iran!
Ia mengatakan permintaan pengiriman barang melalui jalur tersebut melonjak tajam, sementara kapasitas tambahan direncanakan mulai tersedia pada Juni mendatang. Setiap rangkaian kereta dari Xi’an disebut mampu mengangkut sekitar 50 kontainer standar berukuran 40 kaki.
Lonjakan permintaan logistik juga mendorong kenaikan biaya pengiriman. Tarif pengangkutan satu kontainer 40 kaki di jalur tersebut dilaporkan mencapai sekitar USD7.000 atau naik sekitar 40% dibandingkan tarif normal sebelum konflik berlangsung.




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)













