AS Jatuhkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Runtuhkan Iran

6 hours ago 11

loading...

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent. Foto/anadolu

WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan kepada CNBC bahwa Washington akan menjatuhkan "sanksi terberat dalam sejarah" untuk "meruntuhkan" pemerintah Iran. Dia memperingatkan adanya "konsekuensi luar biasa" bagi negara mana pun yang mempertahankan hubungan ekonomi dengan Teheran.

AS akan menjatuhkan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran, kata Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Kamis (20/8/2026).

Dia berjanji meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Republik Islam tersebut di tengah meningkatnya dampak ekonomi akibat perang.

"Ini adalah pukulan ganda. Kami menerapkan blokade [terhadap Iran], dan kami akan memberlakukan sanksi terberat dalam sejarah," ujar Bessent kepada CNBC.

"Langkah ini akan berhasil di Iran, dan kami akan meruntuhkan rezim ini," katanya, seraya menambahkan rincian mengenai sanksi tersebut akan diumumkan pada hari Senin.

Pernyataan Bessent muncul sehari setelah Trump mengatakan ia meluncurkan "D-Day ekonomi" terhadap Iran.

"Negara MANA PUN yang membiarkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan apa pun yang menjadi penopang hidup bagi Iran, akan menghadapi Konsekuensi Ekonomi yang LUAR BIASA," kata Trump.

Ancaman dari pemerintahan Trump ini muncul di saat mereka terus gagal menegakkan kendali militer atas Selat Hormuz, sementara gencatan senjata antara kedua negara praktis telah gagal total.

Harga energi kembali naik, menimbulkan masalah bagi pemerintahan Trump yang sedang berupaya meredam kenaikan biaya pinjaman.

Read Entire Article
Prestasi | | | |