loading...
JAKARTA - Apakah erupsi gunung api bisa menjadi akhir bagi kehidupan menjadi pertanyaan banyak pihak. Di balik kehancuran vegetasi dan habitat, erupsi dapat menjadi awal terbentuknya ekosistem baru melalui proses suksesi primer.
Fenomena tersebut terlihat di kawasan Krakatau yang menjadi salah satu laboratorium alam paling utama untuk mempelajari bagaimana ekosistem berkembang dari kondisi hampir tanpa kehidupan hingga terbentuk komunitas vegetasi dan satwa.
Baca juga: Pencarian 5 Jurnalis Hilang, Tim SAR Hari Ini Sisir Pulau Sekitar Gunung Anak Krakatau
Ahli konservasi tumbuhan sekaligus dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Dr Agus Hikmat, menjelaskan bahwa letusan Krakatau pada 1883 menjadi studi kasus klasik dalam kajian perkembangan ekosistem.
Kemunculan Anak Krakatau pada 1927 dari sisa letusan tersebut menghadirkan ekosistem baru yang pada awalnya kosong dari flora dan satwa liar.
“Erupsi gunung berapi akan mereset ekosistem yang ada menjadi ekosistem yang baru. Ekosistem di kawasan Krakatau merespons dalam tiga fase, yaitu fase penghancuran, kolonisasi, dan stabilisasi ekosistem,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (11/9/2026).


















































