Bahlil Blak-blakan Negosiasi Pembelian LPG dari Rusia Masih Alot

7 hours ago 11

loading...

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026). FOTO/Iqbal Dwi P

JAKARTA - Pemerintah mengakui negosiasi pembelian LPG dari Rusia masih berlangsung alot di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri. Meski demikian, ketersediaan LPG nasional dipastikan tetap dalam kondisi aman.

"Total produksi kita hanya 1,6 juta ton, jadi kita harus mencari pasar baru dan termasuk di Rusia," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Bahlil Sebut Pembelian Minyak dari Rusia Siap Dikirim Bulan Ini

Bahlil menjelaskan, konsumsi LPG nasional pada 2025 mencapai sekitar 8,6 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 10 juta ton pada periode 2026–2027. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan sektor industri serta kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.

Untuk menutup kekurangan pasokan, pemerintah menjajaki sejumlah sumber impor baru, termasuk Rusia. Namun hingga kini, pembahasan masih berada pada tahap finalisasi dan belum mencapai kesepakatan.

Menurut Bahlil, tingginya permintaan LPG secara global menjadi tantangan tersendiri dalam proses negosiasi. Banyak negara tengah berlomba mengamankan pasokan gas untuk mendukung aktivitas industrinya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |