Perang Iran Dorong Subsidi BBM di ASEAN Cetak Rekor Tertinggi

3 hours ago 11

loading...

Konflik berkepanjangan di Timur Tengah mendorong lonjakan harga minyak global serta membebani anggaran negara-negara ASEAN. FOTO/AP

JAKARTA - Konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mendorong lonjakan harga minyak global serta membebani anggaran negara-negara ASEAN. Dampaknya, subsidi bahan bakar minyak (BBM) di kawasan meningkat tajam hingga mencetak rekor baru.

Research Universitas Kebangsaan Malaysia menyebut konflik tersebut telah berkembang menjadi krisis strategis bagi kawasan. "Perang AS-Israel melawan Iran bukan hanya konflik Asia Barat, tapi juga krisis strategis ASEAN," ujar analis dari Universitas Kebangsaan Malaysia seperti dikutip Bernama, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non Subsidi di Depan Mata, Ini Bocorannya

Penutupan efektif Selat Hormuz sejak akhir Februari disebut telah mengganggu sekitar seperempat pasokan minyak mentah dunia yang melalui jalur laut. Kondisi ini memicu kenaikan harga energi di negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak.

Dampak paling terasa terjadi pada anggaran negara. Di Malaysia, subsidi BBM diperkirakan mencapai 7 miliar ringgit atau sekitar USD2,26 miliar hanya untuk April, meningkat tajam dibandingkan sebelum konflik.

Gulfnews melaporkan, Indonesia menghadapi tekanan serupa sebagai importir bersih minyak. Pemerintah memproyeksikan defisit anggaran 2026 mendekati batas maksimal 3 persen dari produk domestik bruto, dengan potensi pelebaran jika harga minyak terus meningkat.

Read Entire Article
Prestasi | | | |