loading...
Pergerakan IHSG pada pekan pertama Agustus 2026 diproyeksikan masih ditopang oleh solidnya stabilitas ekonomi domestik serta mulainya rilis kinerja keuangan emiten. Foto/Dok
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada pekan pertama Agustus 2026 diproyeksikan masih ditopang oleh solidnya stabilitas ekonomi domestik, ekspektasi kebijakan suku bunga global yang lebih akomodatif, serta mulainya rilis kinerja keuangan emiten semester I 2026.
Meski memiliki katalis positif, pelaku pasar tetap disarankan mencermati keberlanjutan arus modal asing (foreign flow), dinamika nilai tukar Rupiah, dan potensi volatilitas sentimen global. Secara teknikal, saat ini indeks sedang berada dalam fase konsolidasi sembari menguji area Exponential Moving Average 50 (EMA50) di kisaran level 6.250.
"Apabila indeks mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut dengan didukung peningkatan volume transaksi serta kembalinya aksi beli investor asing, maka peluang penguatan menuju area 6.400 akan semakin terbuka,” kata Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah dalam risetnya, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: IHSG Sepekan Menguat 0,64%, Kapitalisasi Pasar Bursa Bertambah Rp53 T jadi Rp10.923 Triliun
Hari menambahkan, apabila IHSG kembali tertahan dan gagal menembus area EMA50, laju indeks diperkirakan cenderung bergerak mendatar (sideways) pada rentang 6.150 hingga 6.250 sembari menanti pemicu baru.


















































