Betapa Kerasnya Sanksi AS Menyengsarakan Rakyat Iran?

2 hours ago 3

loading...

Krisis ekonomi memicu unjuk rasa di Iran. Foto/prizrenpost.com

TEHERAN - Gelombang sanksi Amerika Serikat yang tak berkesudahan yang diberlakukan sejak Donald Trump meninggalkan kesepakatan nuklir pada Mei 2018 telah menghancurkan ekonomi Iran dan membuat rakyat Iran jauh lebih miskin. Situasi ini turut memicu gejolak protes terbesar di negara itu.

Inflasi terus-menerus berada di atas 30 persen – dan pada interval di atas 60 persen – dalam beberapa tahun terakhir, dengan mata uang nasional terus jatuh bebas.

Setiap dolar AS bernilai kurang dari 40.000 rial sebelum Trump menggagalkan kesepakatan tersebut, tetapi saat ini nilainya sekitar 1,5 juta rial per dolar.

Semua sektor ekonomi Iran terpengaruh oleh sanksi, karena Iran telah terputus dari sistem pembayaran internasional dan sanksi sekunder AS mengancam siapa pun atau entitas mana pun yang memilih untuk berinteraksi dengan Iran.

Bahkan impor obat-obatan dan peralatan medis pun tidak luput. AS justru memperketat sanksinya ketika Iran mengalami pandemi COVID-19 paling mematikan di Timur Tengah.

Warga Iran dilarang mengakses sebagian besar layanan internasional, termasuk perangkat lunak dan platform cloud, layanan web seperti bisnis pendidikan dan pembelajaran daring, layanan pekerjaan lepas, dan bahkan platform game.

Baca juga: Iran Luncurkan Rudal Khorramshahr-4, Peringatkan Perang akan Landa Kawasan

(sya)

Read Entire Article
Prestasi | | | |