BRICS Sepanjang 2025: Indonesia Bergabung hingga Jalan Terjal Dedolarisasi

1 month ago 40

loading...

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping foto bersama sebelum sesi format Outreach KTT BRICS di Kazan, Rusia, Kamis (24/10/2024). Menlu RI Sugiono berada di barisan belakang, kedua dari kiri. FOTO/AP

JAKARTA - Lanskap ekonomi politik global sepanjang tahun 2025 diwarnai manuver blok BRICS yang kini semakin memperkokoh pengaruhnya di panggung global. Bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh pada awal tahun ini menjadi tonggak sejarah baru, melengkapi kekuatan Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dengan formasi baru ini, BRICS kini menguasai sekitar 48,5% populasi dunia serta menyumbang 39% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global berdasarkan paritas daya beli. Langkah strategis blok ini tidak hanya terbatas pada perluasan wilayah, tetapi juga pada upaya sistematis memperkuat kemandirian finansial melalui jalur dedolarisasi.

Baca Juga: Dorong Dedolarisasi, BRICS Timbun 663 Ton Emas Senilai Rp1.513 Triliun di 2025

Alih-alih melakukan konfrontasi langsung terhadap mata uang tunggal, BRICS fokus pada pengembangan infrastruktur pembayaran alternatif dan perdagangan menggunakan mata uang lokal. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan sistem keuangan yang lebih inklusif dan tahan terhadap tekanan geopolitik.

Read Entire Article
Prestasi | | | |