loading...
Bus Bekas Diubah Jadi Shower Keliling. Foto/ NYT
SAN FRANCISCO - Akses terhadap kebutuhan dasar seperti mandi setiap hari mungkin dianggap sebagai hal yang lumrah bagi mereka yang memiliki tempat tinggal tetap.
Namun, bagi para tunawisma—yang tidak memiliki hunian permanen—mengakses fasilitas untuk mandi merupakan tantangan besar.
Situasi ini mendorong Lava Mae, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di San Francisco, AS, untuk merancang solusi inovatif: mengubah bus bekas menjadi unit pancuran keliling khusus untuk membantu kaum tunawisma.
Inisiatif ini dipelopori oleh Doniece Sandoval, yang mencetuskan gagasan untuk membawa fasilitas mandi langsung kepada para tunawisma, alih-alih menunggu mereka mencari layanan di lokasi-lokasi tetap.
Gagasan tersebut muncul ketika Sandoval menyadari bahwa banyak layanan bagi tunawisma berfokus pada makanan, pakaian, dan tempat berlindung, padahal akses ke fasilitas mandi yang bersih
sangat erat kaitannya dengan martabat, kesehatan, dan kesempatan untuk kembali mandiri.
“Begitulah konsep pancuran keliling Lava Mae bermula; sebuah bus yang sudah tidak beroperasi dimodifikasi total menjadi unit pancuran keliling, yang membawa fasilitas kebersihan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
“Proses konversinya melibatkan lebih dari sekadar melepas kursi dan memasang kepala pancuran. Interior bus dirancang ulang agar menyerupai kamar mandi sungguhan, lengkap dengan bilik pancuran pribadi, wastafel, sistem perpipaan, pemanas air, dan fasilitas kebersihan lainnya.


















































