loading...
Anggota DPRD Batu Bara dari Partai Perindo Alpon Sirait meminta PSDA Sumut memastikan sumber dan arah aliran air yang masuk ke Desa Gambus Laut untuk mencegah banjir. Foto/SindoNews
BATU BARA - Dua kali banjir yang merendam ratusan rumah di Desa Gambus Laut, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut) tak cukup diatasi dengan memperkuat tanggul atau cofferdam. Pengaturan debit air dari hulu justru menjadi kunci agar Sungai Gambus tidak kembali menerima limpahan air dalam jumlah besar.
Anggota DPRD Batu Bara dari Partai Perindo Alpon Sirait meminta Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumut segera memastikan sumber dan arah aliran air yang masuk ke kawasan Gambus Laut. Langkah itu penting untuk mengetahui apakah genangan semata-mata dipicu curah hujan dan banjir kiriman atau berkaitan dengan pengalihan aliran selama rehabilitasi Bendung Sidalu-Dalu.
Baca juga: Kebutuhan Irigasi Terjawab, Kosmas Perindo Kawal Petani Nagekeo Naik Kelas lewat 3 Musim Tanam
Alpon menilai, instruksi PSDA Sumut kepada ULP Gambus untuk memperkuat Cofferdam Tanjung Muda dan Cofferdam Sungai Gambus sudah tepat. Namun, penguatan bangunan pengendali air harus dibarengi rekayasa pembagian debit, yakni sekitar 40 persen dialirkan ke Sungai Sidalu-Dalu dan 60 persen menuju Sungai Tanjung.


















































