loading...
Harga plastik mengalami kenaikan terdampak gejolak geopolitik di Timur Tengah. FOTO/ANTARA/dok.SindoNews
JAKARTA - Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mulai berdampak signifikan terhadap struktur harga energi dan komoditas di Indonesia. Sejumlah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, LPG, hingga bahan baku plastik tercatat mengalami kenaikan drastis akibat lonjakan harga minyak dunia.
"Sesuai dengan peraturan Menteri ESDM pada tahun 2022, BBM nonsubsidi itu memang mengikuti perkembangan harga pasar minyak global," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, baru-baru ini.
PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga sejumlah jenis BBM nonsubsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Indonesia mulai 18 April 2026. Produk Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.400 per liter, sementara Dexlite melonjak menjadi Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter.
Baca Juga: Harga Plastik Dunia Cetak Rekor Usai Trump Perintahkan Blokade Laut Iran
Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM penugasan dan subsidi tetap stabil demi menjaga daya beli masyarakat. Harga Pertalite (RON 90) tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter, Solar subsidi di Rp6.800 per liter, dan Pertamax (RON 92) terpantau belum mengalami perubahan harga. Sementara, Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan energi nasional dan mensosialisasikan penyesuaian harga ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan transparan.

















































