Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China

5 hours ago 5

loading...

Isu HAM nyaris absen dalam dialog historis Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Foto/CCTV

JAKARTA - Isu hak asasi manusia (HAM) dinilai nyaris tidak mendapat porsi penting dalam pertemuan terbaru antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Ini menandai perubahan besar dibanding pendekatan pemerintahan AS sebelumnya terhadap Beijing.

Dalam analisis yang ditulis koresponden senior The Guardian, Amy Hawkins, Trump sempat ditanya sebelum berangkat ke Beijing apakah dia akan mengangkat kasus Jimmy Lai, aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang kini dipenjara.

“Saya akan membahasnya,” kata Trump saat itu.

Baca Juga: Trump Warning Taiwan Jangan Deklarasi Kemerdekaan: 'Saya Ingin China Tenang!'

Namun Trump kemudian menambahkan bahwa kasus tersebut merupakan persoalan yang “sulit".

“Itu seperti bertanya kepada saya, ‘Jika Comey dipenjara, apakah Anda akan membebaskannya?’ Itu mungkin sulit bagi saya,” ujar Trump, merujuk pada mantan Direktur FBI James Comey yang kerap menjadi sasaran kritiknya.

Menurut Hawkins dalam keterangan yang dimuat di The Guardian baru-baru ini, sikap Trump terhadap isu HAM tidak mengejutkan mengingat pemerintahannya juga dikritik karena kebijakan dalam negeri terkait imigrasi, layanan kesehatan berbasis gender, dan pemotongan dana kelompok hak sipil.

Namun minimnya perhatian terhadap HAM dalam dialog AS-China saat ini disebut menjadi perubahan signifikan dibanding era pemerintahan sebelumnya.

Dukungan Bush dan Obama

Ketika Presiden George W Bush mengunjungi Beijing pada 2008, dia tetap menghadiri kebaktian gereja untuk menekan isu kebebasan beragama di China.

Setahun kemudian, Presiden Barack Obama mendorong Presiden China saat itu, Hu Jintao, untuk membuka kembali dialog dengan Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet di pengasingan.

Meski Bush dan Obama juga menghadapi kritik terkait perang melawan terorisme, dukungan terbuka mereka terhadap aktivis dan kelompok minoritas di China disebut memberi dorongan moral bagi gerakan masyarakat sipil di negara tersebut.

Salah satu intervensi paling terkenal terjadi pada 2012 ketika pemerintahan Obama membantu pengacara HAM tunanetra Chen Guangcheng melarikan diri dari tahanan rumah di China.

Read Entire Article
Prestasi | | | |