Dari Usaha Rumahan hingga Pimpin Ratusan Orang, Ini Cerita Perempuan Mandiri Membangun Ekonomi

5 hours ago 2

Fimela.com, Jakarta - Perempuan Indonesia hari ini tidak lagi hanya dipandang sebagai pendamping dalam kehidupan keluarga, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di berbagai sektor. Dari ruang rapat perusahaan, proyek konstruksi, hingga usaha rumahan yang berkembang menjadi bisnis besar, perempuan membuktikan bahwa kemandirian dan kepemimpinan mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata.

Transformasi ini lahir bukan hanya karena keberanian individu, tetapi juga karena hadirnya ruang yang inklusif dan kesempatan untuk bertumbuh. Ketika perempuan diberi kepercayaan, mereka tidak hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa banyak orang maju bersama.

Hal inilah yang tercermin dari perjalanan dua perempuan Indonesia inspiratif dalam ekosistem McDonald’s Indonesia: Ratna Wirahadikusumah dan Dewie Kulsum. Keduanya datang dari latar belakang berbeda, namun memiliki kesamaan semangat—berani mengambil peluang dan terus bertumbuh di tengah tantangan.

Perjalanan Memberi Contoh

Ratna Wirahadikusumah, misalnya, memilih jalur karier yang selama ini identik dengan dunia laki-laki, yakni pengembangan bisnis dan konstruksi restoran. Berbekal latar belakang arsitektur dan pengalaman di bidang properti, ia mengambil langkah yang saat itu mungkin dianggap tidak biasa bagi perempuan.

Keputusan sederhana “why not?” justru membawanya menjadi Director Store Development Group McDonald’s Indonesia. Selama lebih dari dua dekade, Ratna telah memimpin pembukaan lebih dari 250 restoran di berbagai daerah Indonesia.

Namun, bagi Ratna, kepemimpinan bukan sekadar soal posisi. Ia percaya bahwa pemimpin harus mampu memberi contoh melalui integritas, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan.

“Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memimpin,” ungkapnya.

Usaha yang Kian Berkembang

Cerita lain datang dari Dewie Kulsum. Perjalanannya dimulai pada 1998 sebagai desainer grafis di sebuah usaha percetakan kecil di Bandung. Saat itu, McDonald’s Indonesia menjadi salah satu klien pertamanya. Dari pengalaman tersebut, Dewie perlahan membangun usaha konveksi sendiri.

Siapa sangka, usaha rumahan yang dimulai dari skala kecil kini berkembang menjadi bisnis yang memberdayakan lebih dari 160 tenaga kerja, termasuk masyarakat sekitar. Bagi Dewie, kemitraan yang dibangun bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang kepercayaan dan pembelajaran jangka panjang.

Ia mengaku mendapatkan banyak pendampingan, mulai dari memahami standar produksi hingga membangun manajemen usaha yang lebih terstruktur. Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi dalam menjalankan bisnisnya hingga sekarang.

“Jangan takut memulai dari nol. Siapa pun bisa memulai dengan passion dan kemauan,” ujar Dewie.

Ekosistem Inklusif

Kisah Ratna dan Dewie memperlihatkan bahwa ketika perempuan memiliki akses terhadap peluang dan dukungan yang tepat, dampaknya dapat meluas ke berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi. Tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membangun ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Semangat ini juga tercermin dari kontribusi McDonald’s Indonesia dalam memberdayakan perempuan. Berdasarkan studi independen Oxford Economics periode April 2024–Maret 2025, sebanyak 40% karyawan McDonald’s Indonesia adalah perempuan, sementara 44% posisi kepemimpinan dipegang oleh perempuan. Angka ini menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan bukan lagi pengecualian, melainkan bagian penting dalam pertumbuhan bisnis dan ekonomi.

Lebih jauh lagi, setiap 100 karyawan langsung turut mendukung sekitar 300 pekerjaan tambahan di berbagai sektor. Secara keseluruhan, McDonald’s Indonesia berkontribusi terhadap sekitar 48.700 lapangan kerja di sektor pertanian, distribusi, dan jasa.

Di tengah perubahan zaman, perempuan Indonesia terus membuktikan bahwa kepemimpinan bukan ditentukan oleh gender, melainkan oleh kemampuan, keberanian, dan konsistensi untuk terus belajar. Ketika ruang inklusif benar-benar hadir, perempuan tidak hanya mampu berdiri mandiri, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang membawa dampak luas bagi masyarakat.

Momentum Hari Kartini pun menjadi pengingat bahwa emansipasi hari ini bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk memimpin, berkarya, dan menuliskan kisah sukses mereka sendiri.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Prestasi | | | |