loading...
Doktrin militer Iran beralih dari defensif ke ofensif. Foto/X/@LionSunMovement
TEHERAN - Seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam ( IRGC ) Brigadir Jenderal Yadollah Javani, memperingatkan bahwa meskipun tindakan militer Iran selama ini murni bersifat defensif sejak pecahnya permusuhan, angkatan bersenjata sepenuhnya siap untuk mengambil postur ofensif jika diperlukan, seraya memperingatkan pihak lawan untuk bersiap menghadapi "kejutan strategis."
Brigadir Jenderal Yadollah Javani, Deputi Bidang Politik IRGC, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara televisi pada Senin malam.
Ia menegaskan bahwa pihak lawanlah yang memicu konflik tersebut, seraya mencatat bahwa respons Iran sejauh ini murni bersifat defensif.
Namun, ia memperingatkan bahwa sikap defensif ini akan segera berubah, menandai pergeseran signifikan dan transformatif dalam doktrin strategis militer.


















































