Trump Kurangi Latihan Militer dengan Korsel, AS Takut dengan Ancaman Korut?

3 hours ago 5

loading...

Presiden AS kurangi latihan militer dengan Korsel. Foto/X/@InsiderGeo

WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengurangi latihan militer dengan sekutu utama di kawasan tersebut, Korea Selatan—tepat beberapa jam sebelum latihan itu dijadwalkan dimulai. Ia menyebutkan alasan berupa hubungan baiknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un serta kurangnya bantuan dari Seoul terkait masalah Iran.

"Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong-un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah lama menyetujui partisipasi dalam Latihan Militer Gabungan dengan Korea Selatan," tulis Trump di Truth Social, dilansir CNN.

"Latihan-latihan ini tidak hanya memakan biaya besar—yang sebagian besar ditanggung oleh Amerika Serikat (seperti biasanya!)—tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan kepada sebuah negara yang, selama masa kepemimpinan Donald J. Trump, tidak menunjukkan ancaman dan justru bersikap penuh hormat."

Korea Selatan telah menjadi sekutu dekat Amerika selama lebih dari 70 tahun, dan kedua negara memiliki perjanjian pertahanan bersama yang utamanya dirancang untuk melindungi Korea Selatan dari Korea Utara—sebuah kekuatan militer yang terus berkembang dan kini memiliki hulu ledak nuklir serta rudal balistik antarbenua.

Ulchi Freedom Shield, latihan gabungan tahunan tersebut, dijadwalkan dimulai pada hari Senin dan berlangsung selama 10 hari. Latihan ini dirancang untuk beradaptasi dengan kemampuan Korea Utara yang terus berkembang dan akan mencakup pelatihan untuk menangkal drone, gangguan GPS, dan serangan siber, demikian dilaporkan Reuters pekan lalu, mengutip pernyataan bersama.

Read Entire Article
Prestasi | | | |