Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon

7 hours ago 26

loading...

PT Esgin Global Partners dan PT Agraus Resources menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal pembentukan kemitraan strategis untuk mengembangkan proyek-proyek berkelanjutan. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Esgin Global Partners dan PT Agraus Resources menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal pembentukan kemitraan strategis untuk mengembangkan proyek-proyek berkelanjutan sekaligus memperkuat ekosistem Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mendorong investasi hijau serta mempercepat pengembangan proyek iklim yang berdaya saing di pasar karbon nasional maupun global.

"Penandatanganan HoA ini merupakan tonggak penting dalam membangun kemitraan strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia. Dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence, Digital MRV, teknologi blockchain, serta solusi inovatif pasar karbon, kami ingin menghadirkan proyek-proyek iklim yang menghasilkan dampak lingkungan yang terukur sekaligus menciptakan nilai ekonomi jangka panjang," ujar Chief Executive Officer PT Esgin Global Partners Brandon Keam dalam keterangan pers, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis

Penandatanganan HoA dilakukan dalam rangkaian Forum Strategis "Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi" yang diselenggarakan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) di IDX Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Forum tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri, investor, lembaga keuangan, serta pengembang proyek karbon guna memperkuat implementasi kebijakan harga karbon dan mempercepat pengembangan proyek iklim di Indonesia.

Melalui kemitraan tersebut, kedua perusahaan berkomitmen mengeksplorasi peluang pengembangan climate projects yang memiliki integritas lingkungan tinggi, layak secara komersial (bankable), serta mampu memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. HoA itu juga menjadi landasan penyusunan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar implementasi proyek-proyek strategis di masa mendatang.

Ruang lingkup kerja sama mencakup identifikasi dan evaluasi potensi proyek berkelanjutan, pertukaran informasi teknis, operasional, dan komersial, kajian kelayakan awal, pelaksanaan due diligence, pengembangan model bisnis dan skema investasi, hingga penyusunan dokumen kerja sama untuk pelaksanaan proyek.

Read Entire Article
Prestasi | | | |