Ford Menyerah pada Dominasi China: Rugi Rp331 Triliun, Penjualan EV Anjlok 52 Persen, Petinggi Bintang Mundur

6 hours ago 9

loading...

Mundurnya Kepala Divisi EV dan Teknologi Ford, Doug Field, mempertegas krisis di tubuh pabrikan asal Detroit tersebut. Foto: ist

AMERIKA - Ini kabar buruk bagi Ford. Sangat buruk. Pekan lalu, perusahaan mengumumkan kepergian Doug Field. Ia bukan eksekutif sembarangan. Ia veteran dari Tesla dan Apple. Direkrut Ford pada 2021. Posisinya mentereng: Chief EV, Digital, and Design Officer.

Saat ia masuk, CEO Ford Jim Farley menyebutnya sebagai momen bersejarah. Bintang dari Silicon Valley dibawa ke jantung Detroit untuk mengubah kultur kolot pabrikan mobil bensin menjadi perusahaan teknologi. Harapannya, Ford bisa bikin mobil pintar yang laku lewat biaya berlangganan (subscription).

Tapi, jalan pikiran orang teknologi rupanya susah sinkron dengan realitas aspal.

Selama hampir lima tahun Field bekerja, banyak hal besar yang ia rancang akhirnya masuk ke keranjang sampah. Proyek-proyek mobil listrik (Electric Vehicle/EV) generasi berikutnya dibatalkan. Bahkan, arsitektur kelistrikan canggih yang rencananya jadi "otak" mobil Ford masa depan juga ikut dikubur.

"Perjalanan saya di sini bukan soal produk," kelit Field kepada wartawan. "Ini soal membangun tim, membangun kemampuan, dan membangun budaya kerja."

Benarkah begitu? Angka di buku catatan keuangan Ford bicara sebaliknya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |