loading...
Islam tidak melarang seseorang mencari nasihat ketika menghadapi persoalan. Yang menjadi perhatian adalah kepada siapa seseorang menyampaikan masalahnya, bagaimana caranya, dan apa tujuan yang ingin dicapai. Foto ilustrasi/ist
Setiap orang pasti pernah menghadapi ujian hidup yang terasa berat. Tidak sedikit yang kemudian memilih mencari teman untuk mencurahkan isi hati atau curhat demi meringankan beban yang dirasakan. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai kebiasaan tersebut?
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menganggap sahabat atau teman dekat sebagai tempat terbaik untuk berbagi persoalan. Bahkan, tidak sedikit yang menjadikan lawan jenis sebagai tempat curhat , meski masing-masing telah memiliki pasangan.
Dalam syariat Islam, persoalan ini perlu mendapat perhatian. Sebab, curhat sering kali tidak sekadar berbagi cerita, tetapi juga membuka aib diri sendiri, pasangan, atau keluarga kepada orang lain. Jika dilakukan kepada orang yang bukan mahram, terlebih kepada suami atau istri orang lain, maka potensi munculnya fitnah menjadi semakin besar.
Rasulullah SAW telah memperingatkan umatnya agar tidak berkhalwat dengan lawan jenis yang bukan mahram.
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ
Artinya: "Janganlah seorang laki-laki berkhalwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama wanita tersebut ada mahramnya." (HR Bukhari dan Muslim).
Curhat kepada Lawan Jenis Bisa Membuka Pintu Fitnah
Meski tidak selalu dilakukan dengan bertemu langsung, curhat melalui pesan singkat, panggilan telepon, atau media sosial antara pria dan wanita yang bukan mahram juga patut diwaspadai. Komunikasi yang berlangsung intens tanpa batas dapat membuka pintu fitnah, menimbulkan ketergantungan emosional, hingga menjadi jalan menuju perbuatan yang dilarang.
Baca juga: Islam Agama Nasihat, Ini 8 Dalil Al-Qur'an dan Hadis tentang Pentingnya Saling Menasihati
Lebih berbahaya lagi apabila isi pembicaraan berisi keluhan tentang pasangan, membuka kekurangan rumah tangga, atau mengungkap aib keluarga. Dalam Islam, menjaga kehormatan diri dan pasangan merupakan kewajiban.
Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ... وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Artinya: "Barang siapa menghilangkan satu kesulitan seorang muslim di dunia, Allah akan menghilangkan satu kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat..." (HR Tirmidzi).
Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan menjaga rahasia dan menutupi aib sesama muslim. Sebaliknya, sengaja menyebarkan atau membuka aib orang lain merupakan perbuatan yang tercela.
Apakah Curhat Selalu Dilarang?
Islam tidak melarang seseorang mencari nasihat ketika menghadapi persoalan. Yang menjadi perhatian adalah kepada siapa seseorang menyampaikan masalahnya, bagaimana caranya, dan apa tujuan yang ingin dicapai.


















































