loading...
Potret rupang bagian dalam di Kelenteng Toasebio. Foto: Niko Prayoga
JAKARTA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 suasana di berbagai vihara mulai terasa dengan banyaknya persiapan yang dilakukan. Salah satunya adalah Cuci Rupang, sebuah budaya membersihkan patung dewa dewi di sebuah kelenteng yang biasa dilakukan sebelum Imlek.
Seperti yang sudah dilakukan di Kelenteng Toasebio, dimana pengurus kelenteng telah melakukan Cuci Rupang sejak satu Minggu sebelum Imlek. Cuci Rupang bukan hanya sekadar bersih-bersih posting, namun itu merupakan ritual sakral yang menyentuh sisi spiritual. Tradisi itu adalah wujud penghormatan yang mendalam bagi umat yang akan beribadah.
Karyawan Bagian Pelayanan Umat Kelenteng Toasebio, Hendro Budi Santoso mengatakan bahwa kebersihan tempat ibadah termasuk rupang adalah fondasi utama untuk menciptakan suasana doa yang khusyuk dan menyambut umat dengan tangan terbuka serta hati yang tenang.
Baca Juga : Riuh Imlek di Petak Sembilan: Lampion, Kuliner, dan Tradisi yang Tak Pernah Sepi
"Kalau kita filosofinya sebenarnya kalau untuk menyambut Imlek ini memang kita wajib yang namanya untuk bersih-bersih dan juga supaya kelihatan satu tempat nyaman dan juga bersih kan apalagi kita tempat ibadah kan, wajib yang namanya untuk bersih supaya umat yang datang ke sini berdoa dan beribadah itu menjadi nyaman," kata Hendro saat diwawancarai, Minggu (15/2/2026).







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498169/original/048203000_1770699669-financial-income-economic-diagram-money-concept.jpg)









































