Inklusi Capai 93,61 Persen, Literasi 69,57 Persen: Celah 24 Poin Jadi Lahan Subur Judol dan Pinjol

1 week ago 31

loading...

Astra Financial telah menginisiasi program edukasi yang menjangkau lebih dari 60.000 penerima manfaat di 390 kabupaten/kota. Foto: Astra Financial

JAKARTA - Tingkat inklusi keuangan Indonesia saat ini telah menyentuh angka 93,61 persen, sementara literasi keuangan baru mencapai 69,57 persen. Terdapat selisih (gap) sebesar 24,04 poin yang kini menjadi celah krusial di masyarakat.

Di ruang hampa pemahaman inilah, sindikat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal beroperasi dan memakan banyak korban.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa mayoritas masyarakat telah memiliki akses ke instrumen keuangan seperti rekening, dompet digital, hingga QRIS, namun belum sepenuhnya memahami risiko dari produk yang mereka gunakan.

Berdasarkan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, target literasi keuangan sebesar 69,35 persen dan inklusi 93 persen sejatinya dicanangkan untuk tahun 2029.

Fakta bahwa target ini telah terlampaui tiga tahun lebih cepat membuktikan tingginya penetrasi akses keuangan nasional. Sayangnya, pencapaian target di atas kertas tidak berbanding lurus dengan penyelesaian masalah di lapangan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |