loading...
Presiden Iran Massoud Pezeshkian bersalaman dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al-Nahyan (kanan) di sela-sela KTT BRICS di New Delhi, India. Foto/Iranian Presidency
NEW DELHI - Iran dan Uni Emirat Arab (UEA), yang hubungannya memburuk sejak dimulainya perang di Timur Tengah, sepakat ingin "membuka lembaran baru". Demikian disampaikan Presiden Iran Massoud Pezeshkian.
"Untuk pertama kalinya sejak perang dan berbagai insiden yang terjadi di Teluk Persia, kami melakukan pembicaraan yang konstruktif dengan Putra Mahkota Abu Dhabi [Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al-Nahyan]," ujar Pezeshkian pada hari Minggu, sehari setelah pertemuannya dengan Sheikh Khaled, di sela-sela KTT BRICS di New Delhi, India.
Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al-Nahyan adalah putra Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ). Sheikh MBZ juga merupakan emir Abu Dhabi saat ini.
"Disepakati bahwa kami akan membuka lembaran baru, menatap masa depan, dan membangunnya bersama-sama," lanjut Pezeshkian.
Setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada bulan Februari yang memicu perang di Timur Tengah, Teheran melancarkan serangan balasan terhadap sekutu-sekutu Amerika di kawasan tersebut, di mana UEA menanggung dampak yang cukup berat.


















































