loading...
Beredar anggapan menyemprotkan parfum di area leher dapat memicu gangguan tiroid hingga kanker. Foto/Ilustrasi/iStock.
JAKARTA - Belakangan beredar anggapan bahwa menyemprotkan parfum di area leher dapat memicu gangguan tiroid hingga kanker. Namun ternyata belum ada bukti ilmuah yang kuat soal klaim tersebut.
Hal ini dijelaskan oleh dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Adam Prabata melalui cuitan di X @AdamPrabata. Ia menjelaskan bahwa isu tersebut berawal dari pembahasan mengenai kandungan bahan kimia tertentu dalam parfum yang dikenal sebagai endocrine-disrupting chemicals (EDC)
Baca juga: Parfum Asal Swedia Ini Raih Top Halal Awards 2025
Di mana bahan ini mengandut zat yang berpotensi mengganggu sistem hormon tubuh.
“Izin menjelaskan ya! Nah sebetulnya hingga saat ini BELUM ADA BUKTI KUAT bahwa menyemprot parfum di area leher itu bisa meningkatkan risiko penyakit tiroid atau kanker di area leher,” tulis dr. Adam.
Ia menerangkan, beberapa zat yang termasuk EDC dan dapat ditemukan dalam sejumlah produk parfum antara lain phthalates, parabens, dan triclosan. Meski demikian, dr. Adam menekankan bahwa paparan zat-zat tersebut tidak berkaitan secara khusus dengan area leher.
Baca juga: Tren Parfum Lokal Makin Diminati Konsumen Indonesia


















































