Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Beras, Perpadi Ungkap Apa Saja Instrumen Pentingnya

8 hours ago 9

loading...

Mendukung pemerintah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras nasional melalui penguatan peran penggilingan padi sebagai tulang punggung rantai pasok pangan. Foto/Dok

JAKARTA - Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia ( PERPADI ), Sutarto Alimoeso menegaskan, komitmen PERPADI dalam mendukung pemerintah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras nasional melalui penguatan peran penggilingan padi sebagai tulang punggung rantai pasok pangan.

Sutarto menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas kembali dioptimalkannya berbagai instrumen stabilisasi beras, termasuk penugasan penyerapan gabah dan beras serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Menurutnya, kebijakan tersebut sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, keberlangsungan usaha penggilingan, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“PERPADI mendukung penuh langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras. Program SPHP dan penyerapan gabah oleh Bulog merupakan instrumen penting untuk memastikan pasokan beras tetap tersedia dan harga di tingkat konsumen tidak bergejolak,” ujar Sutarto.

Baca Juga: Stok Beras di Awal 2026 Sentuh 12,5 Juta Ton, Bapanas: Kita Patut Bersyukur

Ia menambahkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini berada dalam kondisi yang cukup untuk mendukung upaya stabilisasi harga dan pengamanan pasokan, termasuk untuk menghadapi HBKN Ramadan dan Idul Fitri 2026.

“CBP menjadi instrumen strategis pemerintah. Selama stok CBP terjaga dan penyalurannya berjalan efektif, stabilitas harga beras bisa dikendalikan, terutama saat permintaan meningkat,” katanya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |