loading...
Kapal kargo CGM San Antonio. Foto/vesselfinder
TEHERAN - Kapal kargo CGM San Antonio diserang di Timur Tengah pada 5 Mei, mengakibatkan beberapa awaknya terluka. Kabar itu diungkap CBS pada hari Rabu (6/5/2026), mengutip pejabat Amerika Serikat (AS).
Kapal tersebut, yang diidentifikasi sebagai CGM San Antonio dan dimiliki perusahaan Prancis, dihantam oleh kemungkinan rudal jelajah serangan darat di Teluk Persia pada Selasa malam waktu setempat, kata laporan itu. Beberapa anggota awak terluka.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengkonfirmasi satu kapal kargo telah dihantam proyektil di Selat Hormuz, tetapi tanpa mengungkapkan namanya.
Pada siang hari, kapal tersebut ditemukan di dekat Dubai, tetapi jalur selanjutnya tidak dapat dilacak, lapor CBS.
Pada 3 Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan "Proyek Kebebasan," operasi untuk membantu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz yang ingin meninggalkan wilayah tersebut. Ia kemudian mengumumkan jeda sementara dalam misi pengawalan kapal.
Baca juga: AS Usulkan Resolusi PBB tentang Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
(sya)












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)





